Kabar terbaru menyebutkan bahwa Kolumbia yang berada di Amerika Latin, sudah sejak beberapa tahun lalu tidak lagi mengakui Negara itu. Hal ini disampaikan Jurubicara Kementerian Luar Negeri Kolumbia, Patti Londono, dalam sepucuk surat yang dikirimkan ke Parlemen Kolumbia pada tanggal 4 Maret lalu.
Sejak penarikan dukungan itu, Kolumbia mengambil sikap mendukung semua upaya yang dilakukan PBB untuk mengakhiri konflik berkepanjangan antara Maroko dan Polisario.
Kementerian Luar Negeri Kolumbia merasa perlu menegaskan kembali sikap negara itu terhadap Polisario dan SADR setelah beberapa anggota Parlemen Kolumbia dari kubu kiri menyampaikan dukungan terhadap gerakan separatis.
Selain Kolumbia, Chili baru-baru ini juga menegaskan sikap negara itu terhadap SADR dan Polisario. Anggota Parlemen Chili, Jorge Tarud, yang sedang berada di Rabat mengatakan, negaranya tidak dan tidak akan mengakui SADR dan Polisario.
Dia juga mengatakan, Komite Luar Negeri Parlemen Chili telah menolak permintaan sejumlah anggota parlemen Chili agar negara itu menjalin hubungan dengan SADR.
Rekannya, Ivan Moreira Barros, menyatakan Chili mendukung integrasi wilayah Kerajaan Maroko yang memiliki legitimasi sejarah yang begitu lama sejak lebih dari seribu tahun lalu.